Humor

HUMOR MUKIDI

rizqi 2 3,907

Baru-baru ini humor tentang Mukidi bikin pembacanya tertawa ngakak, meskipun hanya cerita fiktif tapi pasti bikin pembacanya tak bisa menahan tawanya.
inilah sebagian cerita mukidi yang ane dapet, semoga menghibur ;


MUKIDI BANTU NENEK

Mukidi melihat mbah Kartinem sedang kebingungan di kantor pos.

Mukidi: “Bisa saya bantu nek?”

Nenek: “Tolong pasangin perangko sama tulis alamatnya nak.”

Mukidi: “Ada lagi nek?”

Nenek: “Bisa bantuin tulis isi suratnya sekalian?”

Mukidi: (Mengangguk).

(Si mbah lalu mendiktekan surat sampai selesai).

Mukidi: “Cukup nek?”

Nenek: “Satu lagi nak. Tolong di bawah ditulis, maaf tulisan nenek jelek.”

Mukidi : [email protected]#$%^&*

 

BIKIN KONDOM

Di ruang operasi rumah sakit, seorang dokter bedah melihat Mukidi yang akan dioperasi kelihatan gelisah. Untuk menenangkannya, Mukidi diajak bercanda.

Dokter: “Bapak tau cara membuat sarung tangan karet yang sedang saya pakai ini?”

Mukidi: “Tidak dok.” (Sambil memberi isyarat dengan tangannya).

Dokter: “Begini Pak. Karet mentah direbus sampai meleleh lalu pegawai pabrik rame2 mencelupkan tangan ke dalam cairan karet itu. Setelah itu tangan segera diangkat untuk diangin-anginkan. Tak lama kemudian jadilah sarung tangan seperti ini.”

Mukidi: Oooooohhh.. (Tersenyum mendengar penjelasan sang dokter).

(Beberapa saat kemudian ).

Mukidi: wkkkwkwkwkwkkkwkk.. (Tertawa terpingkal-pingkal).

Dokter: (Heran) “Mengapa Anda tertawa seperti itu?”

Mukidi: “Dengar cerita dokter tadi, saya lalu membayangkan bagaimana cara membuat kondom.”

Dokter: (Bengong).

 

MUKIDI NONTON BIOSKOP

(Jam 8 pagi di kantor bioskop).

(Kriing! telpon di meja kantor bioskop XXl berbunyi).

Mukidi: “Halo mas, saya mau nanya, bioskop buka jam berapa?”

Penjaga: “Jam satu mas.”

Mukidi: “Bisa buka jam sembilan tidak mas?”

Penjaga: “Gak bisa. Biasa jam satu bukanya.”

(Jam 11, telepon bunyi lagi).

Mukidi: “Halo. Jam berapa bukanya bioskop?”

Penjaga: “Kamu yang telpon tadi ya mas? Kan sudah dikasih tau, bukanya jam 1.”

Mukidi: “Jam 12 tidak bisa, mas?”

Penjaga: “Tidak bisa! Emang bioskopnya mbahmu apa!”

Mukidi: “Nawar sedikit saja mas. Gak apa2, sudah setengah satu saja ya?”

Penjaga: (Jengkel) “Sebenarnya kamu mau nonton film apa tho, kok telepon terus-terusan?”

Mukidi: (Sambil menangis) “Saya ini sebenarnya di dalam bioskop mas. Tadi malam pas nonton pilem ketiduran. Tolong mas, bukain pintunya. Saya pingin pulang.”

 

MUKIDI TERLALU SAYANG SAMA ISTRI

Suatu hari istri Mukidi akan melahirkan anak pertama mereka. Mukidi pun buru-buru ke rumah sakit dan disuruh masuk untuk menyaksikan proses persalinan.

(Setelah persalinan selesai Mukidi pun mengecup kening istrinya).

Mukidi: “Alhamdulillah, anak kita perempuan, makasih yaa, sayaang.”

Istri: “Iyaa, kang.”

Mukidi: “Sakit yaa, sayang?”

Istri: “Iyaa kang, sakiit banget!”

Mukidi: “Yang, aku sayaaang banget sama kamu. Aku ga tega.”

Istri: “Iyaa kang!”

Mukidi: “Nanti kalau untuk anak kedua titip sama yang lain aja ya, jangan dari kamu lagi, aku ga tega, yaang.”

Istri: #%&$*

 

MUKIDI PROFIL ANAK MUDA MASA DEPAN

Hari pertama waktu Mukidi dites baru masuk SD kelas 1 dia sudah protes sama Ibu Guru: “Bu, Saya seharusnya duduk di kelas 3.”

Bu Gurunya heran, “Kenapa kamu yakin begitu?”

Mukidi menjawab dengan mantap: ”Soalnya saya lebih pintar dari kakak saya yang sekarang kelas 3.”

Akhirnya Bu Guru membawa Mukidi ke ruang Kepala Sekolah. Setelah diceritakan oleh Bu Guru, Pak KepSek lansung mencoba menguji Mukidi dengan berbagai materi pelajaran murid kelas 3 SD.

Kepsek : "Berapa 16 dikali 26?"

Mukidi : "416."

Kepsek : "Perang Diponegoro berlangsung tahun berapa?"

Mukidi : "1825-1830."

Kepsek : "Siapa penemu lampu bohlam?"

Mukidi : "Thomas Alfa Edison "

Kepsek : "Hewan yang memakan daging dan tumbuhan termasuk golongan apa?"

Mukidi : "Omnivora."

Setelah beberapa pertanyaan, Pak Kepsek bilang ke Ibu Guru: “Kelihatannya Mukidi memang cerdas, saya rasa bisa masuk di kelas 3.”

Tapi Ibu Guru masih belum yakin. "Coba saya tes lagi Pak”, kata Bu Guru.

Ibu Guru : "Benda apakah yg huruf pertamanya K huruf terakhirnya L, yg bila dipakai menjadi tegang, dan setelah dipakai lemas?" (mendengar pertanyaan seperti itu Pak KepSek melongo kaget)

Mukidi : KETAPEL (jawab Mukidi mantab)

Ibu Guru : "OK, sekarang apakah yg huruf pertamanya M huruf terakhir K, di tengah benda itu ada kacangnya?" (Pak KepSek makin melongo sambil melap keringat di jidatnya)

Mukidi : MARTABAK!

Ibu Guru : "OK, berikutnya. Kegiatan apakah yang biasa dilakukan anak remaja di kamar mandi dengan gerakan yang berulang ulang? Huruf pertamanya M huruf terakhir I.
" (Pak KepSek makin salah tingkah denger pertanyaan Bu Guru)

Mukidi : MENGGOSOK GIGI

Ibu Guru : "Kegiatan apakah yang biasa dilakukan pria dan wanita yang lagi pacaran di malam hari, huruf pertamanya N huruf terakhir T." (Pak kepSek nyaris pingsan ?? denger pertanyaan terakhir)

Mukidi : NONTON MIDNIGHT

Sebelum Bu Guru melanjutkan pertanyaan berikutnya, pak kepsek memotong,,,,     "Ibu Guru, Mukidi masukin ke Universitas aja. Saya yang lulusan S-2 aja salah terus nebaknya"

Berfikir Positif dan jadilah seperti Mukidi ........????

 

MUKIDI DAN PASANGAN MESUM DI BAWAH POHON

Mukidi punya kebiasaan jelek, yaitu suka ngintip orang yg sedang pacaran,

tempat favoritnya utk mengintip adalah di atas pohon, dmn dibawahnya sering digunakan utk pacaran.

Seperti biasanya malam itu Mukidi udah stand by diatas pohon, untuk mengintip, dan benar aja tak berapa lama datang pasangan Apoy dan Amoy.

Karena dianggap sepi dan aman Apoy dan Amoy akhirnya ihuk-ihuk,

Mukidi benar2 menikmatinya ?? dengan mata melotot setelah selesai, mrk bercakap2 :

Amoy : koh..aku takut hamil

Apoy : gak mungkin hamil, kan baru sekali ini...

Amoy : tapi kata temenku bisa koh, gimana dong

Apoy : kalo bener hamil, yach..kita serahkan aja sama yang DI ATAS

Tiba2  Mukidi turun dari pohon dan marah2
" ENAK AJA LU, ORANG GUA CUMA NONTON ??, LU MINTA GUA TANGGUNG JAWAB, GAK BISAA..!!!! "


MUKIDI DAN GAJAH

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.00. Bel sekolah berbunyi dan para siswa pun langsung berlarian memasuki kelasnya masing-masing. Termasuk Mukidi.
Mukidi memang sangat dikenal oleh para guru di sekolah itu. Anaknya sih enggak bandel-bandel amat. Namun dia sangat populer sebagai anak yang nyebelin banget.

Siang itu Mukidi duduk di paling depan. Karena salah satu bangku teman yang ada di depan tidak masuk. Maka dari itu Mukidi berniat duduk di paling depan.
Kebetulan pelajaran hari itu adalah pelajaran Bahasa Indonesia. Ini adalah mata pelajaran yang paling disukai oleh Mukidi. Nah pada kesempatan itu,
Guru Mukidi berkeinginan untuk membuat tebak-tebakan nama hewan. Berikut dialognya

Guru: "Anak-anak, apa nama binatang yang dimulai dengan huruf G ?".

Mukidi berdiri dan menjawab: "Gajah, bu guru !"

Guru: "Bagus, pertanyaan berikutnya. Apa nama binatang yang dimulai dengan huruf 'D' ?"

Semua murid diam, tapi Mukidi kembali berdiri: "Dua gajah, Bu Guru..."

....gerrr sekelas

Guru: "Mukidi, kamu berdiri di pojok sana !

Ayo anak-anak kita lanjutkan. Pertanyaan berikut, binatang apa yang dimulai dengan huruf "M"?

Semua murid diam.

Tapi lagi-lagi Mukidi menjawab dengan tenang, "Mungkin Gajah..."

Guru: "Mukidi, kamu keluar dan berdiri di depan pintu !"

Mukidi keluar dengan suuedihhh. Guru melanjutkan.

Guru: "Pertanyaan terakhir. Anak-anak, binatang apa yang dimulai dengan huruf "J"?

semua diam.

Tak lama sayup-sayup terdengar suara Mukidi dari luar kelas

Mukidi: "Jangan-jangan Gajah"

Saking kesalnya, Bu Guru menyuruh Mukidi pulang....

Guru: "Sekarang anak-anak, binatang apa yang diawali dengan huruf P ?"

Sekali lagi semua murid terdiam.

Tiba-tiba HP bu Guru berdering.

Guru: "Ya hallo..."

HP: "Maaf bu, saya Mukidi. Jawabannya: Pasti Gajah"

 

HADIAH ULANG TAHUN UNTUK PACAR

Mukidi : "Selamat ulang tahun ya yayang mbeb Srii, mmuuuuuaaachh..!!!!

Sri : "Terima kasih Mas Mukidi. Aku kira sampean lupa sama Ultah ku (senyum sambil dimanis-maniskan)"

Mukidi : Ya ingat lah yayang embeb. Tapi aku hanya bisa kasih kado ini (sambil menyerahkan kado)"

Sri : "Makasih ya Mas Mukidi. Ini isinya apa? Aku buka ya?"

Mukidi : "Jangan sekarang. Bukanya nanti kalau aku sudah pulang".

Sri : "Oke deh Mas... (sambil ngedip ngedipkan matanya)"

Mukidi terus pamit pulang.
Baru saja sampai di rumah, Mukidi dipanggil oleh Ibunya.

Ibu : "Di ...di..., kesini sebentar"

Mukidi : "Iya Bu. Ada apa memanggil saya?"

Ibu : "Ibu tadi habis beli celana dalam, warna pink. Tadi Ibu letakkan di kursi sini. Kok gak ada? Terus ini ada kerudung warna pink punya siapa Di???"

Mukidi : "Mati aku!!", sambil menepuk jidatnya berkali-kali.

Ibu : "Ada apa Di?"

Mukidi : "Ini kerudung untuk hadiah Ultahnya Sri!! Berarti tadi yang aku bungkus untuk kado celana dalamnya Ibu!!!", sambil mengusap-usap wajahnya.

Ibu : " oh yasudah gak apa-apa. Besok Ibu beli lagi"

Mukidi : "Wah...wah...wah. bukan begitu, Bisa jadi jomblo aku nanti Bu"

Ibu : "Hiaa emangnya kenapa Nak?"

Mukidi : "Sebab di dalam kado aku kasih tulisan,
"SRI..., NANTI KALAU PAS PAKAI KADO INI, RAMBUTNYA DIPERLIHATKAN SEDIKIT YA. BIAR TAMPAK KEREN"

 

MUKIDI PLESIRAN KE ARAB

Mukidi lagi melancong ke Arab, seperti orang Indonesia yang lainnya ia juga ikut tour naik onta.?? Tapi onta di Arab tidak seperti onta di Indonesia, ketika Mukidi bilang :

"Duduk" onta langsung duduk.

Namun lain kejadiannya, onta di Arab, walaupun Mukidi sudah bilang :
"Duduk, sit..sit, jongkok, diuk" ....
sang onta tetap berdiri, dan akibatnya mukidi tidak bisa naik.

Pawang Onta (PO) : "Bilang Assalamualaikum, baru onta duduk"

Mukidi : "Asalamualaikum" langsung onta duduk, Mukidi naik, onta langsung berdiri lagi..

Mukidi : "Jalan.. jalan.." onta tetap diam. Dipukul pukul punggungnya, onta tetap tidak mau jalan.

PO :"Bilang Bismillah "

Mukidi : "Bismillah"

Onta jalan, Mukidi senang jalan naik onta dengan Pawang Onta berjalan di sampingnya.

Tak lama kemudian Mukidi bertanya : "Pawang.. gimana cara nyuruh ontanya lari ya?"

PO : "Bilang aja Alhamdulilah"

Mukidi : "Alhamdulilah" ... dan ontapun berlari.

Mukidi senang sekali,
saking senangnya Mukidi bilang lagi "Alhamdulilah..",
dan si onta berlari tambah kencang, dan si Pawang Onta makin ketinggalan.

Ketika Mukidi sudah jauh si Pawang Onta baru ingat, belum memberi tahu caranya onta berhenti ....

Dari jauh PO berteriak :"Kalo mau berhenti bilang Innalillahi.."

Karena sudah jauh Mukidi tidak mendengar..
Dan si onta terus berlari dengan kencang... sampai akhirnya di kejauhan Mukidi melihat di depan ada jurang yg sangat dalam.

Mukidi ketakutan, dan mencoba menghentikan onta :

"Stop, stop, stoooop, stooop, oop, oop..!!"

Onta tetap berlari, jurang sudah terpampang di depan mata.

"Mati gue!"... kata Mukidi, tahu dia akan jatuh kejurang & mati.
Dalam kepanikannya dia berteriak :

"Innalillahi..!!" sambil memejamkan mata pasrah...

Ciuuuuut onta berhenti? ,,,
dan ketika Mukidi membuka mata....
dia melihat persis di tepi jurang... Saking senangnya tidak jadi mati  Mukidi berteriak : "Alhamdullilah!"

Ontapun lari lagi....dan
PLUNG!!! .....


CERITA MUKIDI SETELAH MENINGGAL

Suatu malam si arwah mukidi datang kerumah

Arwah Mukidi : TOK TOK TOK…

Istri : siapa diluar?

Arwah Mukidi : nih suami mu.

Istri : kok balik lagi kan udah mati.

Arwah Mukidi. : aku mau bicara.

Istri : ga ah takut kan udah mati.

Arwah Mukidi : serius ini penting.

Istri : kalo udah mati, mati aja jangan ganggu aku lagi.

Arwah Mukidi : aku mau bicara biarpun cuma 1 menit .

Istri : (sambil buka pintu) mau bilang apa sih ?

Arwah Mukidi : CIYE CIYE CIYE JANDA NI’YEE…

ISTRI : DASAR SETAN.. !!!!MUKIDIIIII ... GILA!!,,,,,????

 

 

Sumber : riajenaka.com

Author

Lv.2 rizqi  Bayi
1,800 (53.3%)

You have no registered signature.


Comments

nemo
wakakakakak kocak banget gan, ane geli sendiri bacanya
rizqi

Rank di Humor (53)
  • No Article.
  • August 2020
Category
Acara
  • No Article.
Recent Statistic
Share to Facebook Share to Twitter Share to Google+